Women Research Institute Library
Select Language
Pencarian Sederhana

Pencarian Spesifik
Judul :
Pengarang :
  • SEARCHING...

Subyek/Subjek :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Tipe Koleksi : Lokasi :
Judul Kliping Berita: Perdebatan Jatah Kursi Perempuan di India: Peerempuan dan Politik
Edisi
No. Panggil
ISBN/ISSN
Pengarang AP/AFP/OKI
Subyek/Subjek Perempuan dan Politik
India
Klasifikasi
Judul Seri Kompas Hal. 8
GMD KLIPING
Bahasa Indonesia
Penerbit
Tahun Terbit
Tempat Terbit
Kolasi Rabu, 10 Maret 2010
Catatan Perdebatan Jatah Kursi Perempuan di India
Tujuh anggota Majelis Tinggi Parlemen India dijatuhi sanksi, Selasa (9/3), karena aksi protes mereka dinilai melanggar aturan terhadap sebuah rancangan undang-undang yang akan mencadangkan sepertiga dari semua kursi di legislatif untuk perempuan. Pemerintah India berusaha mengajukan legislasi itu pada hari Senin, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, tetapi kemudian upaya ini memicu percekcokan di Majelis Tinggi, yang biasanya lebih tenang ketimbang Majelis Rendah. Ketua Majelis Tinggi India Hamid Ansari memerintahkan pelarangan untuk duduk di parlemen hingga berakhirnya masa sidang setelah para anggota itu merobek-robek rancangan undang-undang itu. Para anggota yang dikenai sanksi itu berasal dari partai-partai sosialis wilayah, yang menentang legislasi itu karena tidak memasukkan syarat-syarat untuk mencadangkan kursi-kursi bagi kasta rendah atau perempuan Muslim di India. Upaya untuk meloloskan undang-undang itu pertama kali dilakukan pada 1996, akan tetapi dihambat oleh banyak kelompok politik di India. Undang-undang itu dipandang sangat penting bagi Partai Kongres, partai yang kini berkuasa, karena Ketua Partai Kongres Sonia Gandhi sangat gigih memperjuangkan lolosnya undang-undang tersebut.
Dubes Israel Dipermalukan
Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Michael Oren menyampaikan keinginannya kembali mendatangi kampus Irvine, Universitas California, AS, untuk bertukar pandangan dengan para mahasiswa yang mengolok-oloknya, bulan lalu. Keinginan Oren itu disampaikan dalam sebuah surat terbuka kepada komunitas Irvine Universitas California, yang dipublikasikan pada hari Senin (8/3) di situs surat kabar kampus tersebut. Ketika berkunjung ke kampus tersebut bulan lalu, Oren berulang kali diganggu dan diteriaki dengan celoteh ”pembunuh” dan ”penjahat perang” oleh para mahasiswa pro-Palestina saat dia menyampaikan pidato mengenai proses perdamaian Timur Tengah yang saat ini tersendat. Sebanyak 11 mahasiswa ditangkap atas peristiwa itu. Diplomat Israel itu mengatakan, insiden tersebut menggarisbawahi pentingnya dialog dan menawarkan kesediaannya untuk kembali ke kampus itu selama kebebasan berbicara dihormati. Menanggapi peristiwa di kampusnya ini, Rektor Universitas California Mark Yudof dan kanselir kampus, Michael Drake, secara resmi telah meminta maaf kepada Dubes Israel Michael Oren atas perilaku berlebihan sejumlah mahasiswanya itu. (AP/AFP/OKI)
Detil Spesifik
Gambar Sampul
Lampiran
LOADING LIST...
Ketersediaan
LOADING LIST...
  Kembali ke sebelumnya