Select Language
Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
Title Kliping Berita: Dahsyat, Kasus Perdagangan Manusia di Indonesia
Edition 2010
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) Prof Dr Chamamah Soeratno
Subject(s) Trafiking
Classification
Series Title Republika
GMD KLIPING
Language Indonesia
Publisher
Publishing Year
Publishing Place
Collation Minggu, 30 Mei 2010
Abstract/Notes REPUBLIKA.CO.ID,REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Prof Dr Siti Chamamah Soeratno mengemukakan, sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar di Indonesia, Aisyiyah telah memberikan sumbangsih nyata di berbagai aspek antara lain pendidikan, ekonomi dan sosial keagamaan.

Peran aktif inilah, papar Chamamah, yang membuat organisasi yang berdiri pada tahun 1917, mendapat sambutan baik oleh masyarakat baik dalam dan luarnegeri. “Asyiyah memiliki banyak cabang istemewa di manca Negara,” ujarnya

Chamamah mengungkapkan, tantangan terberat yang dihadapi oleh Aisiyah di masa mendatang yaitu merubah persepsi negatif terhadap perempuan yang selama ini berkembang di masyarakat. Akibatnya, perempuan Indonesia masih mendapat perlakuan kurang adil dan diskriminasi oleh sebagaian kalangan. Padahal, tegas dia, perempuan masa kini sudah memiliki kemampuan dan tingkat intelektualitas yang baik dan tidak perlu dibeda-bedakan.

Chamamah mencontohkan, salah satu permasalahan penting yang harus segera ditangani ialah jual beli manusia (human trafficking). Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat kasus jual-beli manusia yang tinggi. Menurut dia, citra Indonesia di mata dunia internasional sangat memprihatinkan lantaran dikenal sebagai negara pemasok pembantu terutama dari kalangan kaum hawa. “Kondisi jual beli manusia di Indonesia dahsyat,” katanya.

Oleh karena itu, ungkap dia, perlu upaya dan kerjasama dari berbagai pihak dalam rangka mengembalikan citra Indonesia di mata dunia. Bahkan, dia mengakui, keterbatasan pemerintah menuntut peran aktif kepada Aisyiyah sebagai organisasi perempuan agar turut serta menanggulangi tragedi kemanusiaan ini.

Sebagai bentuk kepedulian atas nasib perempuan dan pembantu Indonesia, jelas dia Asyiyah memiliki program-program terkait pembinaan. Selain itu, Cahamamah memaparkan, persoalan jual beli manusia akan menjadi bahasan utama di muktamar dan dimasukkan sebagai salah satu rekomendasi penting muktamar. “Biar Indonesia sadar tentang bahaya dan dampak jual beli manusia,” jelasnya lugas.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous