Select Language
Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
Title KLIPING BERITA: Meningkatkan Pemahaman Remaja: Kesehatan Reproduksi
Edition
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s)
Subject(s) Kesehatan Reproduksi
Kespro Remaja
Ratih Ibrahim
Classification
Series Title Kompas Cetak
GMD KLIPING
Language Indonesia
Publisher Kompas
Publishing Year 2013
Publishing Place Jakarta
Collation 22 November 2013
Abstract/Notes JAKARTA, KOMPAS — Upaya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional untuk memperkenalkan kesehatan reproduksi melalui mata pelajaran khusus di sekolah mungkin tidak bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Sejumlah pihak masih memandang materi itu sebagai hal tabu.
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sudibyo Alimoeso seusai jumpa pers terkait Gebyar 1001 Poster, Kamis (21/11), di Jakarta. Acara Gebyar 1001 Poster untuk remaja akan berlangsung 24 November di Taman Mini Indonesia Indah.
Menurut Sudibyo, pihaknya terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta para tokoh untuk menyamakan persepsi. Diharapkan, saat pelaksanaan tak ada persoalan yang muncul.
Sudibyo menyatakan, pemberian materi akan meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi. Hal itu akan menambah wawasan, memengaruhi sikap sehingga siswa dapat menjaga perilaku hidupnya. ”Ini jadi early warning bagi remaja. Dengan demikian, mereka tidak mencoba-coba melakukan sesuatu yang menyebabkan kejadian yang tidak diharapkan,” katanya.
Untuk mengampanyekan kesehatan reproduksi di sekolah, BKKBN akan meningkatkan program generasi remaja (Genre) yang menyasar sekolah lanjutan tingkat atas melalui Pusat Informasi Konseling (PIK). Tahun 2014, program yang dimulai tahun 2012 itu akan mendapat tambahan dana Rp 75 miliar.
”Konselornya guru bimbingan konseling di sekolah yang akan kami latih. Kami menyiapkan materi reproduksi, alat peraga edukatif, dan dana,” ujarnya.
Psikolog klinis Ratih Ibrahim saat dihubungi mengatakan, perilaku remaja kini sangat memprihatinkan sehingga perlu penanganan. Ia mendukung pendidikan kesehatan reproduksi masuk kurikulum sekolah.
”Perlu diingat, pendidikan kesehatan reproduksi harus terintegrasi dengan pendidikan akhlak,” kata Ratih. (FRN)

Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous