Select Language
Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
Title KLIPING BERITA: Tiga Tahun Tertunda, Lintas Iman Dorong RUU KKG Disahkan: Peran perampuan selama ini masih termarjinalkan
Edition Sabtu, 31 Mei 2014 10:42 WIB
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) Ralian Jawalsen Manurung
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD KLIPING
Language Indonesia
Publisher jaringnews.com
Publishing Year
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes http://jaringnews.com/politik-peristiwa/umum/62516/tiga-tahun-tertunda-lintas-iman-dorong-ruu-kkg-disahkan


JAKARTA, Jaringnews.com - Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Lintas Iman untuk Advokasi RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender meminta agar Rancangan Undang-Undang tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) untuk dibawas dan diselesaikan untuk periode ini.

Mereka menilai pembahasan RUU KKG ini sudah cukup lama, sejak tahun 2011. Padahal RUU KKG merupakan RUU yang dimandatkan didalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) untuk bisa dibahas dan diselesiakan periode ini.

Para koalisi masyarakat sipil yang mendesak RUU KKG untuk dituntaskan terdiri dari LBH APIK Jakarta, Rahima, KePPak Perempuan, CWGI, Kalyanamitra, WRI, PD Politik, ICRP, Kowani, TII, JAI, GCn, PHDI, RKRI, PWI, Institut Kapal Perempuan, Sapa Indonesia, Arus Pelangi.

KSA, Asppuk, PGI, TAO, Seminari Stella, Maris Bogor, MBI, Adat Musi, KOhati PB HMI, dan Mitra Gender.

"Kesataraan gender tidak ada alasan dominan dan subordinat dalam ajaran Islam yang saya yakini, dan tidak bertentangan dalam agama Islam," ujar Koordinator Rahima, AD Kusumaningtyas, di Sekretariat Wahid Isntitut, Jakarta, baru-baru ini.

Kusumaningtyas mengatakan, Tuhan menciptakan dari jenis laki-laki dan perempuan dalam berbagai keragaman suku bangsa dimana tidak ada perbedaan di mata Tuhan diantara mereka kecuali karena ketakwaan semata.

"Jadi tidak ada yang bertentangan dengaqn agama, seperti yang dikemukanan di QS Al Hujurat:13," tutur Kusumaningtyas.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Mitra Gender, Emelia Raras Yuning Rustanti mengutarakan, RUU KKG sangat penting, karena selama ini peran perempuan masih terpinggirkan, dan peran laki-laki masih diutamakan, sehingga masalah kesetaraan antara laki-laki dan perempuan harus didorong tanpa adanya diskriminasi terhadap perempuan sendiri.

"Seharusnya tidak ada bedanya, sama tidak melangkahi, sama, tetapi kenyataannya dalam sehari-sehari, perempuan itu masih terpinggirkan, dan laki-laki diutamakan," ungkap Emil.

Emil mengimbau, agara DPR RI mendorong diterbitkan RUU KKG agar adanya perlindungan terhadap peran perempuan di ruang publik dan domestik.

Sementara, aktvis Pemerdayaan Politik Perempuan Titi sumbung, mengemukakan, RUU KKG ini cukup lama, dan selalu memperkaitkan dengan agama. Antara peran perempuan dan laki-laki bermitra beda, tapi saling mengisi, dalam membagun bangsa ini,

"Perempuan disebut, perempuan dari tulang rusuk Adam, dan itu yang dijadikan pembenaran, dan padahal semua manusia lahir dalam rahim perempuan.
Dan marilah kita dorong ini, kalau ini tidak diteruskan ya gak selesai," pungkasnya.

Dalam keterangan persnya, koalisi masyarakat sipil Jaringan Lintas Iman untuk advokasi RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender menyampaikan pernyataan sebagai berikut, mengajak jejaring lintas iman untuk segera intensif melakukan sosialisasi kesetaraan gender maupun RUU KKG kepada komunitasnya agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait materi yang dibahas dalam RUU ini.

"Menolak pencantuman "agama" dalam asas undang-undang, karena bertentangan dengan UU No. 12 tahun 2011 tentang pembentukan Perundang-undangan,"ucap Koordinator LBH APIK Jakarta, Ratna Batara Munti.

Ratna melanjutkan, mendorong agar DPR segera melanjutkan pembahasan RUU KKG secara terbuka, sehingga sejak awal telah mencerminkan asas akuntabilitas dan benar-benar menerapkan partisipasi masyarakat untuk mengawal pembahsan RUU ini.

Dia juga mendorong agar DPR segera menyelesaikan tugasnya untuk mengesahkan RUU KKG menjadi Undang-undang KKG periode ini.

Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous