Select Language
Simple Search

Advanced Search
Title :
Author(s) :
  • SEARCHING...

Subject(s) :
  • SEARCHING...

ISBN/ISSN :
GMD : Collection Type : Location :
Title KLIPING BERITA: Angka Kematian Ibu Melahirkan Capai 17.950 Kasus
Edition Sabtu, 17 Mei 2014 17:46 WIB
Call Number
ISBN/ISSN
Author(s) Niti Bayu Indrakrista
Subject(s) AKI
Classification
Series Title
GMD KLIPING
Language Indonesia
Publisher CIBA/FES
Publishing Year 2014
Publishing Place Rawamangun
Collation
Abstract/Notes http://jogja.tribunnews.com/2014/05/17/angka-kematian-ibu-melahirkan-capai-17950-kasus/


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keterbukaan akses kesehatan reproduksi bagi perempuan dalam masa subur dan anak-anak di Indonesia masih rendah. Karena benturan budaya dan agama, akses tersebut cenderung tertutup atau tidak dimanfaatkan.

Hal itu diungkapkan Deputi KB dan Kesejahteraan Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Julianto Witjaksono pada pidatonya di seminar bertajuk "Healt Technology Assessment dalam Asuhan Kebidanan' di Stikes 'Aisyiyah Yogyakarta, Sabtu (17/5/2014) siang.

Menurut Julianto, saat pemerintah menemui kendala dalam membuka akses masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi. Topik mengenai kesehatan reproduksi, menurut dia, masih dianggap sensitif dan rentan oleh sebagian besar kalangan di masyarakat. Karena hal itu, Indonesia kini mendapat sorotan dari dunia internasional.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan reproduksi merupakan satu poin yang sama pentingnya dengan poin lain dalam kondisi fisik manusia. "Sehat bukan hanya tanpa penyakit, tapi juga fungsi reproduksinya bisa berjalan secara baik," kata dia.

Ia melanjutkan, melalui pembinaan kesehatan reproduksi sejak dini, angka kematian ibu melahirkan bisa ditekan. Saat ini, angka tersebut di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan terjadi peningkatan. Data yang ia bawa menyebut, pada 2007, angka kematian ibu melahirkan sebesar 9.120 kasus. Lima tahun kemudian, pada 2012, angka tersebut melonjak hingga 17.950 kasus.

Untuk menggambarkan buruknya kondisi tersebut, ia menganalogikan, jumlah kematian ibu melahirkan per tahun setara dengan korban yang ditimbulkan jika 25 pesawat jenis Boeing 777 jatuh setiap tahun.

Menurut Julianto, faktor kehamilan yang tidak diinginkan menyumbang hingga 75 persen dari kematian ibu melahirkan. Karena itu, pihaknya bertekad meningkatkan pelayanan dalam konteks tersebut. Termasuk menghormati hak perempuan untuk menyatakan tidak mau hamil melalui pemberian alat kontrasepsi yang berkualitas.

Sementara dari segi fasilitas kesehatan, ia menjelaskan, idealnya terdapat satu klinik pada setiap desa. Namun kenyataannya, saat ini hanya ada 17 ribu klinik anggota BPJS Kesehatan di seluruh wilayah Nusantara.

"Karena itu pemerintah masih memerlukan bantuan dari pihak swasta," kata dia.

Seminar tersebut diadakan dalam rangka pembukaan Prodi S2 Ilmu Kebidanan Stikes 'Asisyiyah.

Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Noordjanah Djohantini berharap, kehadiran prodi S2 tersebut bisa turut memberikan sumbangsih kepada masyarakat, terutama dalam bidang kebidanan dan keselamatan ibu melahirkan.

Ke depan, kata dia, Stikes 'Aisyiyah akan terus meningkatkan kualitasnya untuk mengejar perubahan status menjadi universitas. (*)
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous